Apa faktor pemicu dan mekanisme patogenesis kanker paru?

Cui Nianji

Jabatan:
Pakar Terkemuka di Pusat Diagnosis dan Perawatan Presisi Onkologi Medis Foshan Chancheng
Gelar:
Kepala Dokter

Konsultasi Gratis

·        Faktor Pemicu Kanker

Hingga saat ini, penyebab pasti kanker paru belum sepenuhnya diketahui. Namun, faktor-faktor yang berperan dalam timbulnya penyakit ini antara lain: kebiasaan merokok, paparan zat berbahaya (karsinogenik) di lingkungan kerja, polusi udara, paparan radiasi pengion, pola makan yang tidak sehat, faktor genetik, serta riwayat penyakit paru sebelumnya.

 

·        Penjelasan Faktor Pemicu

·   Merokok

Merokok adalah penyebab paling umum kanker paru. Dibandingkan dengan bukan perokok, risiko kanker paru pada perokok bisa meningkat hingga 20 kali lipat. Tingkat kematian juga 4 hingga 10 kali lebih tinggi, tergantung pada usia mulai merokok, durasi kebiasaan, dan jumlah rokok yang dikonsumsi. Selain itu, paparan asap rokok secara pasif (perokok pasif) dan lingkungan yang terkontaminasi asap rokok turut menjadi faktor risiko kanker paru.

·      Paparan di Tempat Kerja

Beberapa lingkungan kerja tertentu mengandung faktor karsinogenik seperti radon, asbes, arsenik, kromium, tar batubara, gas mustard, nikel, vinil klorida, dan formaldehida, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker paru.

·     Polusi Udara

Polusi udara dalam ruangan yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dan aktivitas memasak, serta polusi luar ruangan seperti emisi industri dan asap kendaraan bermotor, semuanya merupakan faktor risiko kanker paru. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam The Lancet tahun 2019, setiap peningkatan PM2.5 sebesar 10μg/m³ dapat meningkatkan risiko kanker paru sebesar 9%. Paparan jangka panjang terhadap asap knalpot diesel bahkan dapat meningkatkan risiko hingga 40%.

·     Radiasi Pengion

Paru-paru sangat sensitif terhadap radiasi. Paparan radiasi pengion dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan sel dan meningkatkan risiko terjadinya kanker paru.

·      Pola makan dan Nutrisi

Orang yang mengonsumsi sedikit buah dan sayuran serta memiliki kadar beta-karoten serum yang rendah memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker paru.

·      Faktor Genetik dan Keturunan

Faktor keluarga, kerentanan genetik, dan perubahan genetik memainkan peran penting dalam perkembangan kanker paru.

·      Riwayat Penyakit Paru Sebelumnya

Riwayat penyakit paru sebelumnya, seperti tuberkulosis dan bronkiektasis, dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker paru.

·    Lainnya

Infeksi virus (seperti HIV dan virus Epstein-Barr), serta penyakit paru kronis (seperti penyakit paru obstruktif kronik, tuberkulosis, dan sarkoidosis) juga memiliki hubungan tertentu dengan terjadinya kanker paru.

·        Penyebab Terjadinya Penyakit

Kanker paru merupakan hasil interaksi antara faktor lingkungan dan faktor genetik. Zat karsinogen dari luar yang masuk ke dalam tubuh akan diaktifkan atau di detoksifikasi oleh enzim metabolisme. Prokarsinogen (procarcinogen) akan diubah menjadi karsinogen akhir aktif (ultimate carcinogen) melalui oksidasi yang dimediasi oleh enzim metabolisme fase I (fase I metabolic enzymes).


Sementara itu, enzim metabolisme fase II dapat menguraikan prekursor karsinogen dan karsinogen aktif menjadi bentuk yang mudah larut dalam air sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh. Namun, apabila karsinogen aktif tersebut tidak berhasil dinetralisir oleh enzim fase II secara tepat waktu, maka gugus elektrofiliknya akan berikatan secara kovalen dengan gugus nukleofilik pada molekul DNA, membentuk aduk DNA yang dapat memicu mutasi atau delesi genetik di dalam sel.

 

         Gangguan pada sistem perbaikan DNA

Selain itu, tubuh memiliki sistem perbaikan DNA yang lengkap. Jika mutasi tidak dapat diperbaiki oleh sistem ini secara tepat waktu, mutasi akan terus terakumulasi. Ketika mutasi mencapai tingkat tertentu, sel akan mengalami perubahan yang irreversibel dan menghasilkan sel ganas, yang akhirnya berkembang menjadi kanker paru

 

Gangguan pada mekanisme sinyal apoptosis

Jika mutasi DNA yang tidak diperbaiki atau diperbaiki secara keliru oleh sistem perbaikan DNA, tubuh masih memiliki mekanisme pertahanan lain, yaitu apoptosis (programmed cell death), yang berfungsi untuk mengeliminasi sel-sel yang rusak secara genetik.

 Namun, bila terjadi gangguan dalam jalur transduksi sinyal apoptosismaka proliferasi sel abnormal dapat terjadi, yang pada akhirnya mendorong terjadinya kanker paru.

Selain itu, ketika fungsi sistem imun melemah karena berbagai sebab, sel abnormal tidak dapat segera dibersihkan dan berada dalam keadaan seimbang dengan sel imun. Seiring dengan progresi dan evolusi sel abnormal, sel tersebut dapat menyembunyikan ciri-ciri permukaannya sehingga lebih sulit dikenali dan dihancurkan oleh sistem imun. Sel abnormal juga mungkin menggunakan berbagai cara untuk menekan fungsi sel imun.



Kisah pasien kanker paru:

Penderita Kanker Paru Stadium 3 Bisa Hidup Selama 7 Tahun Lagi Dengan Cara Ini!


Pendaftaran Konsultasi

Kirim
Ikuti Kami
Pendaftaran Konsultasi
Kirim
Book Appt.
Call Us
Telephone
+62 811998896
+62 811188251